Daiso, Toko Serba 100 Yen

Harga kebutuhan sehari-hari di Jepang biasanya mahal-mahal, khususnya bagi orang Indonesia yang baru pertama kali meminjakkan kakinya di Jepang. Udah mahal, kena pajak lagi. Tapi pajaknya tidak terlalu besar kok, cuma 8% dari harga barang. Bagi yang merasa mempunyai keuangan yang belum memadai, anda dapat berbelanja di Daiso.

Daiso adalah toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan harga serba 100¥. Ada yang menyebutnya "Toko Hyaku-en", artinya "Toko 100 yen". Mulai dari alat dapur, alat tukang, alat sekolah, makanan, kaos kaki, celana dalam, dsb. Harganya memang serba 100¥, tapi ternyata tidak semuanya. Kalau tidak ada label harganya, itu berarti barang itu harganya memang 100¥. Tapi kalau ada label harganya, berarti harga barang itu sesuai harga yang tertera pada label. Dan karena terkena pajak sebesar 8%, harga barang yang tadinya 100¥, akhirnya menjadi 108¥. Jadi kalau pergi belanja, bawa duit lebih buat bayar pajak.

Image

Peralatan tukang yang dibeli di Daiso.

Mengenai kualitas, tentunya harga sebanding dengan kualitas. Barang berkualitas di toko lain pastinya lebih mahal. Bagi yang belum sanggup membeli barang berkualitas, bisa menjadikan Daiso sebagai alternatif.

Peralatan dapur dan kotak-kotak buat menyimpan koleksi saya beli di Daiso dan saya rasa tidak begitu buruk. Sampai sekarang peralatan dapur saya masih bertahan. Tapi saya membeli charger handphone di Daiso, beberapa bulan dipakai udah bermasalah. Saya pikir kualitas kabelnya kurang bagus. Kalau masalah garansi, saya tidak begitu yakin. Sepertinya tidak berlaku garansi, karena harganya itu sudah terbilang murah. Ya itulah salah satu resikonya. Lebih baik kalo alat elektronik belinya yang mahalan dikit aja.

Daiso bisa menjadi salah satu alternatif buat berhemat ketika tinggal di Jepang. Tapi kadang kalau kita melihat barang menarik terus kita beli banyak, dan setelah itu tidak begitu digunakan dan akhirnya dibuang. Jadinya bukan hemat lagi. Jadi saya pikir mending beli barang seperlunya saja.

comments powered by Disqus