Gempa Bumi di Jepang

Jepang memiliki ciri geografis yang mirip seperti Indonesia. Yaitu terdapat banyak gunung berapi (火山/kazan) dan lempeng tektonik. Jadi sangat rawan dengan bencana alam gempa bumi (地震/jishin) dan tsunami. Prefektur Gunma (群馬県/gunma-ken) berada di tengah-tengah pulau Honshu dan menurut kata sensei, di sini belum pernah ada sejarahnya terjadi gempa bumi yang parah. Tsunami sendiri lebih sering menyerang daerah dekat pesisir pantai. Tsunami adalah hempasan gelombang besar akibat gerakan tektonik yang berpusat di dasar lautan.

Tapi pernah ada peringatan gempa lewat handphone beberapa kali, kayaknya dari siang. Dan malamnya mucul lagi, berselang beberapa saat kemudian, terjadi gempa bumi. Berselang selama beberapa detik. Semua anak-anak asrama berlari keluar rumah. Entah dari mana, terdengar peringatan dari toak "地震です/jishin desu", artinya "gempa bumi". Gempanya begitu terasa tapi tidak ada kerusakan apa-apa. Entah gempa pas malam itu efek dari gempa Kumamoto atau Fukushima.

Beberapa kali setelah itu dan baru-baru inipun sekitar bulan 12 tahun lalu juga terjadi gempa yang tidak begitu terasa. Tidak sadar kalau itu gempa. Kadang saya merasa itu karena orang yang tidur di ranjang atas lagi gerak-gerak. Sesampai di sekolah juga ada yang merasakan hal yang sama. Ada juga yang tidak merasakannya sama sekali. Ketika kereta api lewat juga rasanya rumah bergetar.

Di Jepang, sebelum terjadi gempa, sudah muncul peringatan dari handphone yang berlangganan layanan selular. Perakiraan mereka juga cukup akurat. Pernah ada peringatan juga, tapi ternyata dalam sehari itu tidak terjadi gempa. Sepertinya perlu tahu tindakan apa yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Katanya sih bersembunyi di bawah meja.

comments powered by Disqus