Sistem Listrik di Jepang

Listrik di Jepang berbeda dengan di Indonesia. Di Indonesia tegangan listriknya adalah 220V, sedangkan di Jepang adalah 100V. Jadi kalau alat listrik dari Indonesia dinyalakan di Jepang, kemungkinan tidak berfungsi karena kekurangan tegangan listrik. Sedangkan jika alat listrik di Jepang dinyalakan di Indonesia, kemungkinan akan meledak karena kelebihan tegangan listrik. Kalau alat listriknya menggunakan power supply yang otomatis sih tidak masalah. Charger handphone atau laptop biasanya jenis otomatis.

Selain itu, bentuk stop kontak dan colokan listrik di Jepang juga berbeda dengan yang ada di Indonesia. Bentuknya lubang dan colokannya pipih, serta jaraknya lebih dekat. Sudah pasti colokan dari Indonesia tidak bisa masuk di stop kontak Jepang. Untuk bisa menggunakan alat listrik dari Indonesia, maka dibutuhkan lagi namanya colokan konverter.

Image

Bentuk stop kontak di Jepang.

Image

Bentuk steker di Jepang.

 

comments powered by Disqus