Sistem Gas di Jepang

Gas di Jepang sudah ditangani oleh perusahaan gas (ガス会社/gasu gaisha). Tiap rumah dan apartemen berlangganan dengan perusahaan tersebut. Tabung gas diletakkan di samping atau belakang rumah. Ada alat ukurnya. Sepertinya mereka bisa tahu kapan gas diisi, karena karyawan mereka datang sendiri ke rumah untuk melakukannya. Jadi bukan masyarakat yang beli tabung terus memasangnya sendiri seperti di Indonesia. Tidak ada juga namanya warung yang menjual gas tabungan.

Gas digunakan untuk memasak menggunakan kompor gas dan untuk memanaskan air. Air keran rumahan di Jepang ada 2 pilihannya, yaitu dingin atau panas. Diputar ke kanan berarti dingin, diputar ke kiri berarti panas. Atau kerannya ada 2, keran kanan untuk air dingin dan keran kiri untuk air panas. Biaya listrik (電気代/denki-dai), biaya air (水道代/suidou-dai) dan biaya gas (ガス代/gasu-dai) berbeda, tapi tinggal di asrama sekolah semuanya sudah komplit. Tinggal bayar sesuai harga sewa asrama per bulan yang ditentukan oleh sekolah.

Jika kiranya ada masalah dengan gas, maka hubungilah pihak sekolah. Kalau tinggal di apartemen sendiri, maka yang harus dihubungi adalah pihak manajemennya (管理人/kanri-nin). Nanti mereka yang akan menghubungi pihak perusahaan gas untuk memperbaiki kerusakan.

Jangan pernah meninggalkan rumah dalam keadaan kompor ataupun air masih dalam keadaan menyala. Itu bisa menyebabkan bencana ataupun biaya pengeluaran yang tinggi. Pastikan semua dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah guna mengantisipasi kemungkinan buruk.

comments powered by Disqus