Di Jepang, naik sepeda juga ada aturannya. Kalau melanggar dan disaksikan langsung oleh polisi. Polisi tersebut akan memberhentikan anda dan menanyakan informasi. Saya telah mengalaminya dan merupakan yang pertama kali. Saat itu saya sedang naik sepeda bersama teman menuju sekolah. Kami naik sepeda berdampingan. Tiba-tiba tanpa disadari, dua orang polisi muncul dari perempatan. Kami bertiga diberhentikan. Mereka meminta 在留カード (zairyuu kaado/KTP Jepang). Saya sih bawa, tapi teman saya tidak membawa. Wah, polisinya gak mau lepasin. Polisinya ngotot minta KTP dan mengikuti sampai ke sekolah.

Selain KTP, mereka juga mencatat nomor sepeda. Sebagai informasi, setiap sepeda memiliki nomor serial dan berlaku hanya untuk 1 orang. Itu berarti sepeda milik kita tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain. Kalau saja anda dalam situasi diberhentikan oleh polisi dan itu bukan sepeda anda, maka masalahnya bisa tambah ribet. Bisa jadi anda dikira pencuri. Sepertinya mereka bakal melepaskan anda kalau sudah bertemu dengan pemilik sepeda. Pergi kemanapun juga jangan lupa membawa KTP Jepang. Letakkan KTP Jepang anda selalu di dalam dompet.

Ini adalah surat yang polisi berikan kepada saya.

Image

Surat peringatan dari polisi.

Saya ditandai melanggar poin ke-6, yaitu 並進 (heishin) yaitu tidak boleh naik sepeda berdampingan. Jika dilakukan, maka itu berarti melanggar undang-undang Jepang pasal 19. Hukumannya yaitu denda paling tinggi 20,000¥. Tapi waktu itu untung saja tidak didenda, mungkin kalau melakukan lagi bakal kena denda. Itu adalah pengalaman pahit dan saya bakal lebih berhati-hati lagi hehehe. Pernah dibilangin sensei sih, tapi tidak menyangka bakal terjadi.

Mendapatkan surat peringatan itu membuat saya belajar kanji dan kotoba baru lagi. Ada baiknya saya uraikan peraturan apa saja yang ada pada surat itu sebagai bahan pembelajaran.

  1. 酒酔い運転 (sakeyoi unten), yaitu mengemudi dalam keadaan mabuk.
    Melanggar pasal 65 ayat 1, hukumannya dipenjara (懲役/choueki) paling lama 5 tahun atau denda (罰金/bakkin) paling besar 100万円 (1,000,000¥).
  2. 信号無視 (shingou mushi), yaitu mengabaikan lampu merah.
    Melanggar pasal 7, hukumannya dipenjara paling lama 3 bulan atau denda paling besar 5万円 (50,000¥).
  3. 一時不停止 (ichiji futeishi), yaitu 1 jam melaju di tempat pemberhentian tertentu. Saya kurang mengerti maksudnya bagaimana.
    Melanggar pasal 43, hukumannya dipenjara paling lama 3 bulan atau denda paling besar 5万円 (50,000¥).
  4. 無灯火 (mutomoshibi), yaitu tidak menyalakan lampu pada malam hari.
    Melanggar pasal 52 ayat 1, hukumannya denda paling besar 5万円 (50,000¥).
  5. 二人乗り (futari nori), yaitu berboncengan naik sepeda.
    Melanggar pasal 57 ayat 2, 2x melakukan hukumannya denda paling besar 2万円 (20,000¥).
  6.  並進 (heishin), yaitu naik kendaraan berdampingan.
    Melanggar pasal 19, 2x melakukan hukumannya denda paling besar 2万円 (20,000¥).
  7. 傘さし運転 (kasa sashi unten), yaitu mengendarai sepeda sambil menggunakan payung.
    Melanggar pasal 71 nomor 6, hukumannya denda paling besar 5万円 (50,000¥).
  8. 通行区分違反 (tsuukou kubun ihan), yaitu lewat jalur berlawanan arah.
    Melanggar pasal 17 ayat 4, hukumannya dipenjara paling lama 3 bulan atau denda paling besar 5万円 (50,000¥).
  9. 整備不良 (seibi furyou), yaitu melakukan modifikasi yang tidak sesuai ketentuan.
    Melanggar pasal 63 ayat 9, hukumannya denda paling besar 5万円 (50,000¥).
  10. 携帯電話使用 (keitai denwa shiyou), yaitu berkendara sambil menggunakan handphone.
    Melanggar pasal 71 nomor 6, hukumannya denda paling besar 5万円 (50,000¥).
  11. 通行方法違反 (tsuukou houhou ihan), yaitu menggunakan motor/mobil di trotoar atau sepeda pada jalan raya.
    Melanggar pasal 63 bagian 4 ayat 2, 2x melakukan hukumannya denda paling besar 2万円 (20,000¥).
  12. イヤホン等使用 (iyahon tou shiyou), yaitu menggunakan earphone saat berkendara.
    Melanggar pasal 71 nomor 6, hukumannya denda paling besar 5万円 (50,000¥).
  13. その他 (sono ta), dll.

Wah, berat juga hukumannya nih. Mesti lebih waspada atau disiplin.