Sewa Apartemen di Jepang

Di Jepang, tidak ada namanya kos-kosan kayak di Indonesia. Yang ada hanya sewa rumah atau sewa apartemen. Tinggal di apartemen juga tidak ada aturan harus cowok semua atau harus cewek semua. Jadi bisa saja cowok sama cewek tinggal bersama.

Masalah harga tentu bervariasi, tergantung dari jaraknya dari stasiun/supermarket dan fasilitas. Semakin dekat dengan stasiun/supermarket, maka harganya semakin mahal. Semakin lengkap fasilitasnya, maka harganya pun semakin mahal. Jumlah ruangan juga mempengaruhi, semakin banyak ruangan atau semakin luas, maka harganya pun semakin mahal pula. Dalam hal ruangan ada istilah 1LDK, 2LDK, 3LDK, 1K. adalah Living (ruang tamu), D adalah Dining (ruang makan), dan K adalah Kitchen (dapur). Jadi 1LDK berarti masing-masing 1 ruang tamu, ruang makan, dan dapur, dst.

Ketika ingin menyewa apartemen, datanglah ke kantor jasa penyewaan apartemen di sekitar anda. Kalau di Maebashi sendiri, ada 2 perusahaan jasa yang terkenal, yaitu Accola dan アパマン (Apaman). Saya sudah coba memesan apartemen pada kedua perusahaan ini. Mereka berbeda dalam hal penjamin dan jumlah orang yang bisa tinggal di satu apartemen. Berikut adalah perbedaan kedua perusahaan ini :

  • Accola
    • Bisa tidak menggunakan penjamin tapi sebagai gantinya harus membayar uang jaminan. Kira-kira sekitar 110,000 yen bayar di awal, sudah termasuk biaya sewa 1 bulan ke depan. Tapi kalau ada penjamin, gak mesti bayar uang jaminan sebanyak itu.
    • 1 ruangan tidak ditentukan oleh bentuk ruangan. Jika ruangan yang disewa adalah 2 LDK, maka bisa saja diisi 2, 3, atau 4 orang. Tergantung dari persetujuan pihak perusahaan.
    • Fasilitas seperti kulkas, mesin cuci, dan microwave mereka pinjamkan.
    • Memasang gas mereka bisa menghubungkan.
    • Ketika pindah rumah, mereka bisa menghubungkan jasa pengangkut barang.
  • アパマン (Apaman)
    • Memerlukan penjamin orang Jepang. Tapi kalau tidak ada penjamin, katanya sih bisa diatur. Mungkin bayar uang jaminan juga. Tapi saya belum sampai diberi tahu jumlahnya.
    • Jika kamar yang disewa adalah 2LDK, maka hanya bisa diisi oleh 2 orang saja, tidak bisa lebih.
    • Fasilitas seperti kulkas, mesin cuci, dan microwave kita sendiri yang harus beli.
    • Memasang gas harus telpon sendiri.
    • Ketika pindah rumah, kita sendiri yang harus menghubungi.

Penjamin adalah orang yang bersedia bertanggungjawab jika terjadi masalah dengan penyewa rumah. Misalnya terjadi kerusakan fasilitas atau mungkin si penyewa rumah kabur. Si penjamin tentunya akan menanggung kerugian. Penjamin harus orang Jepang dan tentunya kenal dekat dengan kita. Tentunya susah memiliki penjamin di Jepang. Kalau ada penjamin, anda dapat menghemat uang anda.

Kebanyakan teman-teman di sini lebih memilih Accola, karena bisa dalam 1 ruangan dapat ditinggali beberapa orang. Semakin banyak yang tinggal kan berarti semakin sedikit pengeluaran untuk membayar sewa tinggal (家賃 / yachin). Tapi tinggal sama siapa saja itu harus pilih-pilih. Jangan tinggal sama teman yang boros listrik atau tidak mau bersih-bersih. Nanti anda sendiri yang bakal repot jadinya. Masih banyak perusahaan jasa penyewaan apartemen/rumah di Jepang tentunya. Bahkan ada juga orang Jepang yang menyewakan rumah untuk ditinggali, bukan perusahaan.

Tinggal di apartemen ada aturannya juga. Tidak boleh mencuci dengan mesin cuci pada jam 10:00 ke atas, karena itu bisa mengganggu tetangga yang sedang beristrahat. Harus jaga kebersihan, buang sampah sesuai dengan cara ゴミ当番 (gomi touban), yaitu tempat sampah dipisah-pisah dan tiap jenis sampah ada hari yang ditentukan untuk membuangnya. Tidak boleh memasukkan teman tanpa sepengetahuan untuk tinggal bersama. Kalau ketahuan, bakal kena denda. Katanya sebanyak 10,000 yen.

Ketika tinggal di apartemen atau dimanapun tentunya disarankan untuk menghemat listrik, air dan gas. Saya sendiri selama musim dingin ini tidak pernah menggunakan AC. Cuma memakai pakaian beberapa lapis lalu membalut diri dengan selimut ketika tidur. Ketika awal masuk di apartemen yang sekarang, ada banyak lampu yang terpasang. Lampu itu kami cabuti dan sisakan secukupnya dengan tujuan menghemat listrik. Di musim dingin, biaya yang bakal meningkat adalah gas, karena tiap hari pasti mandi dengan air hangat, mencuci peralatan makan dengan air hangat. Karena menggunakan air biasa sungguh luar biasa dinginnya. Bisa bikin tangan mati rasa. Air hangat menggunakan gas untuk pemanasan. Ketika musim panas, yang bakal naik mungkin listrik jika menyalakan AC. Tapi kalau tahan keringatan dan berkipas-kipas tidak menjadi masalah.

Jadi sebelum menyewa apartemen untuk tempat tinggal di Jepang, sebaiknya memperhitungkan keuangan anda dan ruangan seperti apa yang anda inginkan. Semoga dengan tulisan ini bisa menjadi referensi anda. Sekian dan terimakasih.

comments powered by Disqus