Menginap di Net Cafe Selama Liburan di Tokyo

Ini bisa menjadi alternatif bagi anda yang ingin liburan murah di Tokyo. Ketika malam menjelang, tidak tahu mau menginap yang murah di mana, silahkan coba menginap di net cafe. Ini sebenarnya hotel, warnet apa kafe sih? Saya tidak tahu persis masuk dalam kategori apa, tapi saya mengkategorikannya sebagai penginapan murah.

Net cafe 1

Pamflet di depan net cafe

Berapa tarif menginap di net cafe?

Di Tokyo ada banyak net cafe dan mungkin tarifnya berbeda-beda. Saya mencoba net cafe di daerah Shin-bashi, namanya Media Cafe Popeye. Resepsionisnya berada di lantai ke-6. Jadi, naik lift dulu untuk ke resepsionisnya. Lokasinya dekat dari stasiun. Mencari dari internet, dapetlah lokasi net cafenya. Oh iya, kalau mencari net cafe, sebaiknya cari yang dekat dengan tujuan wisata anda.

Net cafe 4

Pintu masuk ke net cafe

Tarifnya berdasarkan berapa jam yang anda inginkan. Ada 2 jam, 8 jam dan 14 jam. Karena ingin menginap, maka pilih antara 8 jam atau 14 jam. Kalau memilih 8 jam, berarti check-in nya harus agak larut malam supaya tinggal tidur dan bangun gak terlalu pagi. Kalau check-in nya jam 8, 9, atau 10-an, mungkin lebih baik pilih 14 jam. Itu disesuaikan lagi dengan jam tidur dan jam bangun yang anda inginkan berapa. Untuk yang 8 jam, tarifnya kurang lebih 1700 yen. Untuk yang 14 jam, tarifnya 2100 yen. Tapi sebenarnya bisa diatur juga sih misalnya mau 10 jam. 

Ingat! Ketika anda sudah menentukan misalnya 8 jam, itu tidak bisa diganti lagi. Kalau anda check-out lebih 1 menit saja, maka akan dibulatkan menjadi 1 jam. Jadi, jangan lupa nyalakan alarm di HP anda untuk membangunkan. Bisa gawat yah bagi yang tidak bisa bangun walau pasang banyak alarm.

Net cafe 2

Bilik-bilik di net cafe

Apa saja layanan di net cafe?

Mungkin saja tiap net cafe menawarkan layanan yang berbeda-beda. Salah satu layanan yang tersedia adalah 飲みほだい (nomihodai = minum gratis sepuasnya). Di kafe tersebut ada Jidouhanbaiki (自動販売機), yaitu vending machine untuk membeli minuman. Tapi karena ini nomihodai, artinya gratis, anda tidak perlu memasukkan koin ke mesinnya. Tinggal pencet tombol pada minuman yang ingin anda minum. Minuman yang tersedia, antara lain kopi, susu, cola, teh, dsb. Ada minuman dingin ada juga minuman hangat.

Selain itu, anda juga bebas membaca manga, yaitu komik Jepang. Tentunya manganya berbahasa Jepang. Jadi kalau tidak bisa baca, ya tidak bisa baca komiknya. Cuma bisa liat gambar-gambarnya aja. Selain komik, ada juga majalah. Tapi majalahnya juga majalah dewasa.

Net cafe 3

Rak manga di net cafe

Anda juga bebas memutar DVD, bisa mencopy isinya untuk dibawa pulang. Karena di dalam ruangan anda ada komputer yang telah disediakan. Komputernya itu bisa internet dan internetnya kencang. Ketika check-in ditanyain mau pakai internet atau tidak. Tapi DVD yang tersedia di sana adalah DVD dewasa. Jadi, agak kurang baik nih bagi beberapa orang. Saya baca di sana, anak di bawah umur tidak diperbolehkan hingga lewat jam 10 atau 11 malam kalau tidak salah. Saya liat juga pengunjungnya bukan cuma laki-laki, ada juga perempuan. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan kakek-kakek juga ada.

Ruangannya berupa bilik-bilik gitu. Pintunya bisa dikunci, tapi atasnya tidak tertutup sih. Apakah aman selama tidur? Saya rasa sih aman, tidak ada juga yang mengganggu saya selama tidur. Tidak ada barang saya yang hilang. Tapi kalau merasa khawatir karena membawa barang berharga, anda bisa menggunakan coin locker. Dengan memasukkan koin 100 yen, anda bisa memasukkan barang berharga anda dan membawa kuncinya.

Toilet juga ada, toilet pria atau wanita. Tapi tidak ada tempat mandi. Jadi tidak bisa mandi. Jadi kalau menginap di net cafe, tidak bisa mandi. Jadi net cafe cuma sebagai alternatif bagi anda yang cuma butuh tempat tidur dan santai. Kalau mau yang bisa mandi, mungkin lebih baik mencoba hotel kapsul. Saya tidak sempat mencoba hotel kapsul. Tarif hotel kapsul sekitar 2000 yen lebih.

Kalau mau makan sih juga bisa, karena di net cafe ada dijual makanan. Makanan yang dijual adalah bento, mie rebus, roti, dsb. Oh iya, mau pakai layanan internet atau tidak, tarifnya tetep sama.

Awalnya sih saya pikir, masa tidur di warnet. Tapi ternyata memang bisa buat tidur, pas saya check-in larut malam, sudah ada aja orang yang ngorok. Ya, ngorok, termasuk mengganggu orang yang mau tidur. Jadi kalau menginap di net cafe, tidak menjamin bisa tidur dengan tenang. Ada aja suara gangguan orang sebelah ngorok, suara orang mengetik, suara keresek-keresek juga ada. Oops, itu suara orang lagi ngemil tau. Semua pengunjung punya hak untuk melakukan apa yang dia suka. Kita juga tidak bisa melarang orang itu untuk tidak ngorok atau jangan bunyikan keresek.

Net cafe 6

Suasana dalam bilik net cafe

Kalau untuk yang tidak merokok, pas check-in memang sudah ditanya, merokok atau tidak. Mau ruangan yang bisa merokok (喫煙 / kitsuen) atau ruangan yang bebas dari rokok (禁煙/ kin'en). Bentuk kursinya juga bisa dipilih, kursi duduk atau lesehan. Saya sendiri karena mau lesehan dan tidur, saya pilih kursi yang namanya flat bed.

Mungkin setelah membaca tulisan ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menginap murah selama liburan di Tokyo. Sesuaikan dengan keuangan anda. Kalau layanan enak dan mewah, berarti siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Kalau mau yang murah, tentunya saja ada minusnya.

comments powered by Disqus