Cara Mudah Mengelompokkan Kata Kerja dalam Bahasa Jepang

Hal yang paling sulit dimengerti bagi pemula belajar bahasa Jepang adalah kata kerja. Saya juga awalnya pada awal belajar bahasa Jepang menghadapi masalah yang sama. Kata kerja di dalam bahasa Jepang disebut doushi. Dalam hiragana ditulis どうし dan dalam kanji ditulis 動詞.

Dalam bahasa Jepang terdapat pengelompokan kata kerja. Dalam bahasa asing lain juga ada yang menggunakan pengelompokan kata kerja, contohnya dalam bahasa Inggris ada kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan. Dalam bahasa Perancis, kata kerja dikelompokkan menjadi pria (masculine) dan wanita (feminine). Sedangkan dalam bahasa Jepang, kata kerja di kelompokkan menjadi 3 grup. Yaitu kata kerja grup 1, grup 2 dan grup 3. Di bahasa Indonesia kayaknya sih tidak ada pengelompokan kata kerja gitu deh.

Bagaimana membedakan kelompok kata kerja pada bahasa Jepang?

Ada 2 cara untuk mengelompokkan kata kerja dalam bahasa Jepang. Cara pertama adalah mengacu pada kata kerja bentuk kamus dan cara kedua adalah mengacu pada bentuk masu-kei. Menurut saya, cara termudah adalah menggunakan kata kerja bentuk kamus. Kata kerja bentuk kamus disebut jisho-kei. Dalam hiragana ditulis じしょけい dan dalam kanji ditulis 辞書形.

Ingat! Semua kata kerja bentuk kamus dalam bahasa Jepang pasti berakhiran dengan huruf yang berbunyi u. Huruf dengan akhiran u untuk kata kerja ada 9 huruf, antara lain :

  1. う dibaca u, contohnya あう dibaca au, artinya bertemu.
  2. く dibaca ku, contohnya かくdibaca kaku, artinya menulis.
  3. ぐ dibaca gu, contohnya およぐ dibaca oyogu, artinya berenang
  4. dibaca tsu, contohnya たつ dibaca tatsu, artinya berdiri.
  5.  ぬ dibaca nu, contohnya しぬ dibaca shinu, artinya mati.
  6. ぶ dibaca bu, contohnya とぶ dibaca tobu, artinya terbang.
  7. む dibaca mu, contohnya すむ dibaca sumu, artinya tinggal.
  8. dibaca su, contohnya はなす dibaca hanasu, artinya berbicara.
  9. dibaca ru, contohnya たべる dibaca taberu, artinya makan.

Ingat! Kata kerja dalam bahasa Jepang minimal ada 2 huruf.

Kata kerja Grup 3

Kenapa kita mulai dari grup 3? Karena di grup 3 cuma ada 2 kata kerja di dalamnya, yaitu :

  1. くる dibaca kuru, artinya datang.
  2. する dibaca suru, artinya melakukan.

Gampang kan? Tapi eits, tunggu dulu! Kata kerja する ini adalah kata kerja akhiran. Artinya di depannya bisa ditambahkan kata awalan. Kata awalan yang bisa ditambahkan adalah berupa kata benda. Tapi tidak semua kata benda. Hanya kata benda tertentu saja yang bisa digunakan, yaitu kata benda yang berhubungan dengan aksi.

Anda pasti bisa membedakan kata benda yang berhubungan dengan aksi dengan yang tidak. Saya beri dua contoh, yaitu つくえ (dibaca tsukue, artinya meja) dan べんきょう (dibaca benkyou, artinya belajar). Dua-duanya adalah kata benda dalam bahasa Jepang. Cuma "belajar" yang merupakan kata benda yang berhubungan dengan aksi. Tapi sebenarnya kalau dalam bahasa Indonesia, "belajar" itu kata kerja. Nah, bisa juga anda gunakan kebingungan anda itu untuk menentukannya. Jadi kalau kata benda di bahasa Jepang itu adalah kata kerja di bahasa Indonesia, maka kata benda tersebut bisa ditambahkan する. Dengan begitu, べんきょう + する, menjadi べんきょうする, dibaca benkyou suru, artinya "melakukan belajar". Tapi kalau sudah digabung, mending arti "melakukan" itu dibuang, jadi artinya adalah "belajar".

Kata kerja Grup 2

Kata kerja yang masuk grup 2 ini juga tidak terlalu susah untuk dideteksi. Kata kerja ini sudah pasti berakhiran dan 1 huruf didepan  atau bisa dibilang huruf kedua dari belakang adalah huruf yang berbunyi e. Yang mana saja huruf yang berbunyi e. Kita ambil kembali huruf-huruf yang berbunyi u, dari romajinya kita ubah u-nya menjadi e. Maka akan seperti ini :

  1. え dibaca e
  2. け dibaca ke
  3. げ dibaca ge
  4. て dibaca te
  5.  ね dibaca ne
  6. べ dibaca be
  7. め dibaca me
  8. dibaca se
  9. dibaca re

Jadi, kalau huruf kedua dari belakang adalah salah satu dari huruf di atas, maka sudah dipastikan kata kerja tersebut adalah kata kerja grup 2.

Kata kerja Grup 1

Kalau sudah tahu membedakan kata kerja grup 2 dan grup 3, maka tidak susah untuk membedakan kata kerja grup 1. Karena kalau kata kerja itu tidak memenuhi aturan grup 2 dan grup 3, maka kata kerja itu adalah kata kerja grup 1.

Kata kerja yang berakhiran selain る dari 9 huruf akhiran kata kerja yang telah saya beberkan sebelumnya, itu adalah kata kerja grup 1. Huruf akhiran kata kerja grup 1, antara lain う dibaca u, く dibaca ku, ぐ dibaca gu, dibaca tsuぬ dibaca nuぶ dibaca bu, dan む dibaca mu.

Untuk kata kerja yang berakhiran る, ada yang masuk grup  2 dan ada juga yang masuk grup 1. Kata kerja berakhiran る, yang huruf di depan る-nya berbunyi e, sudah pasti masuk ke grup 2, tapi jika berbunyi i, maka ini perlu jadi perhatian. Secara umum masuknya di grup 1, tapi ternyata ada yang masuk ke grup 2. Kata kerja ini disebut sebagai kata kerja spesial.

Saya akan berikan latihan untuk lebih memahami pengelompokan kata kerja.

Latihan

Sebagai contoh, ada 6 kata kerja yang mau dikelompokkan yaitu :

  1. くる (kuru = datang), sudah pasti grup 3
  2. きく (kiku = mendengar), sudah pasti grup 1
  3. さんぽする (sanpo suru = berjalan-jalan), sudah pasti grup 3
  4. あげる (ageru = memberi), sudah pasti grup 2
  5. いく (iku = pergi), sudah pasti grup 1
  6. おりる (oriru = turun dari kendaraan), masuk ke grup 1 atau grup 2 ya?
  7. うる (uru = membeli), masuk ke grup 1 atau grup 2 ya?

Kata kerja berakhiran  yang huruf di depan -nya tidak berbunyi memang perlu jadi perhatian. Karena bisa saja masuk ke grup 1 atau grup 2. Caranya adalah menghafal kata kerja mana saja yang termasuk kata kerja spesial. Jumlah kata kerja spesial lebih sedikit jika dibanding yang masuk ke grup 1. Dari latihan di atas, nomor 6 adalah kata kerja grup 2 dan nomor 7 adalah kata kerja grup 1.

Tapi saya eliminasi sedikit yang sudah pasti masuk ke grup 2, yaitu jika huruf di depan -nya adalah (dibaca chi) atau (dibaca ji). Contohnya adalah おちる (ochiru = jatuh) dan とじる (tojiru = menutup).

Berikut saya berikan contoh-contoh kata kerja spesial, itu berarti mereka masuk ke grup 2.

  1. ある (aru = ada, untuk benda tidak berjiwa)
  2. あびる (abiru = mandi)
  3. いる (aru = ada, untuk benda berjiwa)
  4. きる (kiru = memakai baju, kanjinya 着る)
    Ingat! ada juga きる (kiru = memotong, kanjinya 切る) yang masuk ke grup 1.
  5. みる (miru = melihat)
  6. おきる (okiru = bangun)
  7. おちる (ochiru = jatuh)
  8. とじる (tojiru = menutup)
  9. しんじる (shinjiru = percaya)

Wah nomor 4 itu membingungkan, kok bisa ada 2 ya? Itu istilahnya homofon, yaitu tulisan dan pengucapan sama, tapi arti berbeda. Dalam bahasa Jepang banyak homofon lho. Kalau ditulis dengan hiragana, tulisannya sama. Tapi kalau ditulis pakai kanji, tulisannya berbeda. Makanya kanji itu mungkin susah, tapi sangat berguna dalam membedakan homofon dalam konteks baca tulis.

Sekian penjelasan tentang cara mudah mengelompokkan kata kerja dalam bahasa Jepang. Mengapa kata kerja dalam bahasa Jepang perlu dikelompokkan? Itu nantinya berguna dalam penggunaan pola kalimat atau grammar dalam bahasa Inggris atau ぶんぽ (bunpo) dalam bahasa Jepang. Mungkin akan saya tulis pada tulisan selanjutnya. Terimakasih, semoga bermanfaat. Jika ada yang perlu ditanyakan, silahkan tinggalkan komentar anda.

comments powered by Disqus