</> Introvesia

Jalan-Jalan ke Akihabara di Musim Panas

Saya coba jalan-jalan ke Akihabara untuk mencari toko barang bekas. Tujuannya utama saya yaitu Hard-Off yang terletak di Akihabara. Dengan mengikuti petunjuk dari navigator digital, saya naik kereta dari Shimo-Kitazawa ke Akihabara. Cukup capek dan memakan banyak waktu. Belum lagi tersesat di stasiun transfer.

Sesampainya di Akihabara, saya melihat ada saja musisi jalanan yang dikerumuni orang-orang. Biasanya musisi jalanan yang tepat di pintu keluar-masuk stasiun Akihabara menunjukkan kebolehannya memainkan gitar sambil bernyanyi. Kini musisi lain duduk di sana mengunjuk kebolehan bermain beat box.

Replika Full Metal Panic Raksasa

 Meninggalkan alun-alun stasiun Akihabara, saya melangkahkan kakiku yang serasa mulai berat ke pusat pertokoan. Tampak dari kejauhan kerumunan pengunjung mengitari sesuatu berukuran raksasa sambil memotret objek tersebut. Mahkluk apa itu gerangan? Setelah mendekati area tersebut, tampak sebuah robot raksasa. Ternyata itu adalah replikasi sebuah robot. Pastinya itu berasal dari serial anime atau mungkin dari sebuah game, entahlah. Saya tidak terlalu mengenal semua karakter-karakter, saya bukan otaku ataupun gamer. Tapi kata teman saya, itu adalah robot yang berasal dari Full Metal Panic. Replikanya berukuran 1:1, alias sesuai ukuran karakter aslinya.

Replika ini cukup menyita perhatian para pengunjung dan turis yang melewati area tersebut. Tak lupa mereka mengabadikan karya artistik ini menggunakan smartphone ataupun kamera. Saya juga tidak mau ketinggalan untuk mengabadikannya. Bisa kamu lihat hasil fotonya. Entah apakah kamera smartphone saya ini kualitasnya buruk mungkin sehingga cahaya tampak berpendar.

Akihabara Pusatnya Barang Elektronik

Dalam perjalanan menuju Hard-Off, saya dihampiri banyak sekali cewek muda yang berpakaian cosplay. Ada yang memakai kostum maid, dokter, polwan, suster, dsb. Mereka merayu dengan senyuman manis mereka. Saran saya sih jangan tergoda untuk mengikuti ajakan mereka. Karena mereka akan membawa anda ke sebuah cafe dan menjamu anda dengan lagak imut. Jangan sampai tergoda, karena kantong anda akan dijebol.

Setibanya di Hard-Off, saya mencari iMac, tapi ternyata saya tidak menemukan seunit pun. Di Hard-Off saya menemukan notebook layar sentuh yang sangat murah. Tapi di notebook itu tertempel tulisan "Junk". Apa maksud dari kata Junk ini? Maksud dari barang Junk ini adalah barang ini tidak ada jaminan garansi dan juga kondisi kerusakannya tidak jelas. Harganya sangat murah sekali, semisal notebook seharga kisaran 50, 000 yen harganya menjadi 9, 999 yen. Tapi membeli barang Junk ini beresiko tinggi, tidak di sarankan bagi yang ingin menggunakan untuk kerjaan atau hobi. Jika anda orang yang suka bongkar-pasang barang elektronik, mungkin saja cocok.

Merasa apa yang saya cari tidak tersedia di Hard-Off, saya pun berjalan meninggalkannya. Entah atas motif apa, iseng-iseng browsing di internet dan menemukan sebuah toko bernama Sofmap. Sayapun mengikuti navigator saya menuntun ke toko tersebut.

Sesampai di Sofmap, saya merasa inilah surga barang elektronik bekas. Ada banyak sekali barang elektronik bekas. Jika dibandingkan dengan Hard-Off, menurut saya Sofmap pilihannya lebih banyak. Sofmap memang fokusnya khusus ke peralatan elektronik digital. Sedangkan Hard-Off sih tidak cuma barang elektronik digital, tapi juga alat listrik, alat musik, dsb.

Di Sofmap yang di Akihabara, anda bisa menemukan :

  1. Berbagai smarphone
  2. Windows Surface
  3. Macbook Pro
  4. iMac/Mac PC
  5. Aksesoris komputer
  6. Wacom Intuos Pro
  7. Notebook/laptop layar sentuh

Hard-Off kemungkinan juga mempunyai barang-barang di atas, tetapi pilihannya tidak begitu banyak. Sedangkan di Sofmap pada saat saya kunjungi, iMac banyak berjejer. Begitu pula dengan Windows Surface. Selain itu, kondisi kerusakan barang juga ditampilkan secara jelas. Tapi harga barang bekasnya beragam, tergantung dari kondisi kerusakan dan tahun keluaran. Ada juga barang yang kondisi 100% bagus. Perlu diingat namanya barang bekas ya pasti beda jauh sama barang baru. Barang bekas sudah pasti umur komponennya lebih berkurang jika dibandingkan barang baru. Bisa juga tergantung dari bagaimana anda memperlakukannya. Jangan takut untuk membeli barang bekas. Direkomendasikan untuk membeli barang bekas yang memiliki garansi toko. Jadi ketika rusak, anda dapat garansi perbaikan atau garansi uang balik. Untuk mendapatkan garansi tersebut, bacalah syarat dan ketentuan garansi.