Pasang Wifi Softbank untuk Internet di Jepang

 

Dari awal datang ke Jepang, tinggalnya di asrama sekolah. Tapi karena suatu alasan, akhirnya saya memutuskan untuk pindah mencari tempat tinggal sendiri. Di Jepang tidak ada namanya kos-kosan, yang ada hanya sewa rumah atau sewa apartemen. Saya bersama teman-teman akhirnya sewa apartemen. Tidak ada fasilitas wifi di apartemen seperti wifi di asrama sekolah. Tapi kita masih bisa mengurus langganan internet wifi.

Untuk berlangganan internet, pilih mau menggunakan provider internet yang mana terlebih dahulu. Kami memilih layanan internet Softbank. Paket internet yang ditawarkan oleh Softbank adalah koneksi internet 4G paket unlimited, tidak ada batasan kuota, atau pakai sepuas yang anda mau. Selain itu, anda berhak menikmati layanan internet sebulan di awal secara gratis. Ada beberapa identitas yang harus diperlihatkan jika ingin berlangganan internet, diantaranya :

  1. 在留カード atau kartu residen (KTP)
  2. Passport
  3. キャッシュカード atau kartu ATM
  4. 印鑑/はんこう, yaitu cap/stempel pengganti tanda tangan (lazim digunakan di Jepang)

Ketika mendaftar langganan internet, anda disuruh untuk memilih bagaimana pengadaan perangkat wifinya. Beli sendiri atau sewa. Karena beli alat rasanya mengeluarkan banyak uang lagi, wifi ini juga dipakai bersama, jadinya harus patungan beli dan ketika ke depannya sudah pisah tempat, maka siapa yang bakal bawa alatnya. Jadi kami putuskan untuk menyewa perangkat saja.

Identitas anda akan didata dan diberikan lembaran kontrak. Isi kontrak yang paling penting dijelaskan di sini adalah langganan wifi harus berjangka 2 tahun, jika tidak mencapai 2 tahun dan berhenti, maka anda harus membayar denda sebesar 10,000 yen. Itu adalah jumlah yang lumayan besar. Sisa visa kamipun tidak cukup 2 tahun, tapi karena kami butuh internet, maka kami sepakat akan bayar denda di kemudian hari saat kami berpisah. Setelah setuju dengan perjanjian itu, anda diarahkan untuk mencap kontrak dengan menggunakan inkan/hankou. Dengan mencapkan inkan/hankou, anda dinyatakan telah menyetujui isi kontrak.

Setelah itu, semua urusan selesai katanya. Saya bingung kok gak di tagih uang pendaftaran yah. Sayapun tanya berapa yang harus saya bayarkan di awal. Mbaknya bilang "無料です。払わなくてもいいよ" alias "gratis". Oh iya, adapun biaya langganan perbulannya kurang lebih 5,000 yen. Pembayaran internet kita patungan, jadi tidak terasa mahal. Katanya nanti petugas akan datang ke tempat tinggal antara 3 atau 7 hari. Tapi ternyata 2 hari kemudian udah datang buat memasang alatnya. Alat wifi-nya dapat anda lihat di foto bawah ini.

 

Betapa bedanya antara layanan internet di Jepang dan di Indonesia. Dulu di Indonesia saya mau pasang internet, berminggu-minggu menunggu belum datang juga petugasnya, akhirnya saya batalin. Internet dengan sistem wifi ini juga sudah lumayan kencang. Layanan internet wifi seperti ini belum bisa sepenuhnya dinikmati di Indonesia, kecuali di kota besar seperti Jakarta.

Pemakaian internet dengan menggunakan wifi hanya bisa dilakukan ketika berada di apartemen. Karena kehidupan di Jepang membuat kita harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka internet jadinya tidak terpakai setiap hari. Kurang bisa digunakan semaksimal mungkin jadinya kan. Tapi namanya internet adalah salah satu kebutuhan di era modern.

Sekian isi tulisan saya kali ini. Hanya bermaksud berbagi cerita. Terimakasih telah membaca tulisan ini. Semoga dapat bermanfaat. Ikuti terus update tulisan di blog ini yah.

Our Location

company 1
company 2
company 3
company 4