Memiliki Handphone dengan Nomor Telepon Jepang

Untuk keperluan telekomunikasi di Jepang, anda dapat menggunakan telepon umum yang dapat ditemukan di pinggir-pinggir jalan. Cukup dengan memasukkan uang koin dan menekan nomor telepon tujuan, maka anda dapat berkomunikasi via telepon. Tapi susahnya, anda harus selalu mendatangi telepon umum. Kalau anda jarang berkomunikasi via telepon mungkin tidak terlalu bermasalah. Tapi bagi anda yang sering berkomunikasi via telepon, tentunya mending memiliki handphone.

Memiliki nomor telepon sendiri memiliki beberapa kelebihan, diantaranya ketika mengisi identitas yang memerlukan nomor telepon, anda dapat mengisi sendiri dengan nomor telepon anda. Jika belum punya, anda bisa mengisinya dengan nomor telepon sekolah. Ketika ada pemberitahuan yang mengharuskan mereka menghubungi anda juga akan lebih baik karena mereka bisa langsung menghubungi anda. Kalau menggunakan nomor telepon sekolah, berarti nanti pas datang ke sekolah baru diberi tahu informasinya.

Untuk memiliki handphone dengan nomor telepon Jepang, yang pertama harus anda pikirkan adalah mau menggunakan provider mana. Jadi bukan pilih handphone-nya dulu. Provider telepon itu kalau di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat, atau XL. Provider telepon di Jepang sendiri diantaranya: au (dibaca: eiyu), Docomo, dan Softbank. Mereka berbeda dalam hal layanan dan biaya langganan. Sebaiknya bandingkan semuanya untuk menentukan provider yang cocok dengan anda.

Setelah menentukan provider, datanglah ke kantor provider terdekat untuk mendaftar. Ketika anda pergi mendaftar, jangan lupa untuk membawa keperluan di bawah ini :

  1. Passport
  2. 在留カード (zairyuu kaado), yaitu kartu residen (KTP)
  3. Kartu ATM
  4. 健康保険証カード (kenkou houkenshou kaado), yaitu kartu asuransi kesehatan.
  5. 印鑑 (inkan) atau はんこう (hankou), yaitu stempel sebagai ganti tanda tangan.

Jika anda masih di bawah umur 20 tahun, mereka akan menghubungi orang tua anda. Jika keperluan di atas sudah ada, maka anda dapat segera diuruskan nomor Jepang.

Di Jepang tidak ada namanya beli pulsa atau beli kartu SIM untuk mendapat nomor baru. Jadi sistemnya adalah berlangganan. Ketika pendaftaran, anda akan diminta untuk memilih nomor telepon dari daftar yang diperlihatkan, kemudian 4 angka paling belakangnya anda sendiri yang tentukan. Jika dengan ditambahkan 4 angka tersebut nomor telepon tersedia, maka itulah nomor telepon anda. Tapi jika sudah menentukan sendiri 4 angka masih tidak tersedia atau sudah ada yang pakai, disuruh lagi menentukan nomor yang lain.

Ketika pendaftaran anda akan diberikan lembaran kontrak. Di dalam kontrak itu ada yang menyebutkan lama berlangganan harus 2 tahun. Jika dalam masa sebelum 2 tahun anda menghentikan layanan, maka anda harus membayar denda sebesar 10,000 yen. Misalnya saja anda berhenti untuk berpindah menggunakan provider lain.  Jadi dipikir-pikir dulu sebelum memutuskan untuk memiliki nomor telepon. Visa saya sendiri sepanjang 2 tahun, tapi saya bukan mendaftar di awal saya datang. Jadi dipastikan jika visa habis dan pulang Indonesia, saya akan membayar denda di akhir. Tapi jika saya mendapat pergantian visa, maka saya bisa sampai 2 tahun berlangganan. Setelah masa 2 tahun itu, ketika menghentikan layanan, maka anda tidak terkena denda.

Tidak seperti di Indonesia ya kalau mau ganti provider, tinggal beli kartu SIM baru dari provider lain. Kita juga tidak bisa memiliki lebih dari 1 nomor yang bisa digonti-ganti kartunya. Anda harus mendaftar lagi untuk berlangganan. Itu ada baiknya juga sih, jadi penipuan via telepon jadi berkurang. Kalaupun ada yang melakukannya, pasti bisa dilacak dengan jelas lewat identitas yang didaftarkan atas nomor tersebut.

Hal yang paling penting yang anda tahu adalah handphone di Jepang sudah dikunci dengan provider yang digunakan. Jadi jika anda membeli handphone yang providernya adalah au, maka anda tidak bisa menggunakan kartu Docomo dan Softbank pada handphone tersebut. Makanya langkah yang baik adalah memilih provider telepon terlebih dahulu baru membeli handphone. Jika sudah menentukan providernya, maka beli handphone yang dikunci dengan provider tersebut. Kata temen sih, ada saja handphone yang bisa diisi kartu apapun, katanya yang HP internasional. Apakah itu benar? Entahlah.

Bisa dipastikan HP yang anda beli di Jepang, tidak bisa digunakan di Indonesia. Karena sudah di-lock dengan provider telepon Jepang. Tapi ada yang bilang kalau HP yang dikunci itu bisa dilepas (unlock) dan kemudian bisa digunakan di Indonesia.

Saya sendiri dari awal sudah salah, karena handphone yang saya bawa dari Indonesia rusak dan saya langsung mencari handphone bekas di toko barang bekas. Sesampai di rumah, saya masukkan kartu SIM Indonesia saya di handphone tersebut. Tapi ternyata tidak berfungsi. Saya juga ada dikirimkan kartu SIM dari dosen saya yang sedang liburan ke Jepang. Tapi providernya berbeda, jadi tidak bisa berfungsi. Handphone itu juga tidak bisa digunakan kalau tidak ada kartu SIM-nya. Wah, benar-benar salah total di situ. Akhirnya sayapun mendaftarkan nomor telepon Jepang ke provider yang sesuai dengan yang dikunci dengan handphone tersebut. Baru kemudian handphone itu bisa digunakan. Belakangan baru denger dari temen, kalau provider yang dia gunakan biaya per bulannya lebih murah. Apa mau dikata, nasi sudah jadi bubur.

Sekian cerita saya dalam tulisan ini. Semoga bisa jadi referensi. Terimakasih telah membaca tulisan ini. Ikuti terus update tulisan saya ya.

Our Location

company 1
company 2
company 3
company 4